Catatan, Cuman Sepenggal

 Semoga Kamu Baik-baik Saja......

Memahami mu itu sulit, kata yang terucap selalu berbeda dengan yang diharap. Sampai saat ini aku masih tak mengerti, apa kau itu masih ingat padaku atau telah lupa. Takdir kadang membuat kesal, mukamu selalu muncul diberanda setiap membuka media. Ingatan langsung flasback ke masa lalu, saat dirimu pergi meninggalkan ku dan ku berteriak dalam hati “kenapa?” mungkin aku saja yang terlalu naif menginginkanmu tapi tak mau terluka. (2019)

Bulan pun berganti berharap ada pengganti, namun sayang tidak ada seperti mu lagi. Yaa, harapanku cuman sementara di kota pahlawan ini tetapi takdir menyuruhku untuk menetap lagi. Masuk kampus yang dulu sering ku masuki bersama jurusan yang tak memadai memori. Huf serasa bosan, awal masuk pun ga punya teman dan bingung harus ngapain. (2019)

Mungkin berlibur ke teman-teman bisa mengurangi rasa sepi, namun malah menambah beban hati karena tak membayar bulanan. Pulang dengan tangan kosong tanpa sereceh uang, untung ada paman yang mengasih uang bus. Sampai rumah dituduh menghilangkan kunci pintu, padahal keteledoran mereka sendiri. Ejekan pun sini berganti tak pernah kudengar atau pun masuk ke hati, karena sudah patah hati.(2020)

Corona pun datang bagai tamu yang tak memiliki nilai kesopanan dan budi pekerti. Lockdown tiga bulan serasa selamanya, untung bisa pulang ke desa menghirup udara segar. Di sana bekerja, tapi baru 2 bulan suruh pulang ke kota. Tak menyangka akan takdir, aku diajak menulis dan diajari oleh mereka (Hadispedia) terima kasih. (2020)

Aku berpikir aku telah menaruh hati padanya, ternyata cuman sebatas suka semata-mata.(xxxx)

Mereka yang katanya melihat dari budi pekerti cuman bulshitt, jangan cuman percantik akhlak dan moral. Tampilan juga perlu, apalagi isi dompet. 

Terakhir kali tidur tenang kapan ya(hindia) aku lupa, ingatku aku tidur tenang saat esok aku ingin melihatmu(2019). Untuk beberapa minggu ini aku resah entah karena apa, terasa sirna saja impian.(2020)

Berat badan naik seperti roket, nuruninnya seperti keong berjalan.(2020)

Sempat terpikir harus kembali ke posisi masing-masing(feast) dengan semangat (gelora). Terus dan tetap menjadi pengembara.

Selembar piagam Nasional, itu cuman kertas. Tak menentukan masa depan.

31 desember 2020, ku harap tahun esok aku lebih beruntung lagi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menentukan Target Membaca, Untuk meningkatkan kecintaan terhadap ilmu

Setengah Tahun ini dan Takdir Unik