Postingan

Catatan, Cuman Sepenggal

  Semoga Kamu Baik-baik Saja...... Memahami mu itu sulit, kata yang terucap selalu berbeda dengan yang diharap. Sampai saat ini aku masih tak mengerti, apa kau itu masih ingat padaku atau telah lupa. Takdir kadang membuat kesal, mukamu selalu muncul diberanda setiap membuka media. Ingatan langsung flasback ke masa lalu, saat dirimu pergi meninggalkan ku dan ku berteriak dalam hati “kenapa?” mungkin aku saja yang terlalu naif menginginkanmu tapi tak mau terluka. (2019) Bulan pun berganti berharap ada pengganti, namun sayang tidak ada seperti mu lagi. Yaa, harapanku cuman sementara di kota pahlawan ini tetapi takdir menyuruhku untuk menetap lagi. Masuk kampus yang dulu sering ku masuki bersama jurusan yang tak memadai memori. Huf serasa bosan, awal masuk pun ga punya teman dan bingung harus ngapain. (2019) Mungkin berlibur ke teman-teman bisa mengurangi rasa sepi, namun malah menambah beban hati karena tak membayar bulanan. Pulang dengan tangan kosong tanpa sereceh uang, untung ...

Setengah Tahun ini dan Takdir Unik

Apa yang dapat dilakukan selama setengah tahun ini, ditemani virus corona yang mengusai bumi. Hanya rebahan santuy dan menikmati obrolan kelas online tanpa camera, dengan dosen yang selalu mengingatkan hafalan dan cacatan yang harus penuh terisi. Tugas-tugas menumpuk dalam memori maupun flashdisk, membuat resah tiap malam minggu apalagi malam kamis. Kouta maupun jaringan menjadi alasan abadi, kampus niat memberi namun tak pernah terisi. Hari-hari dilalui berharap vaksin datang kemudian menyembuhkan, namun berubah menjadi teori konspirasi. Menonton media menyuguhkan berita tentang artis yang lupa menelpon pacarnya, kematian akibat corona yang menggila, goayangan tik tok, dan fitnah. Sampai tentang mensos yang korupsi bansos, tak lupa mentri yang menjual benih lobster.  Baru kali ini ku rindu masuk kampus, padahal dulu mager mengusai diri. Apakah ini pertanda mempunyai getaran cinta terhadap kampus, ataukah hanya bosan sendiri di rumah. Entahlah, mungkin ku ingin mengobrol dengan kaw...

Wifi dan Kouta Sebagai Kebutuhan di Era Pandemi

Para pelajar butuh kouta internet / wifi di Era pandemi seperti ini. Meskipun sekarang sudah tahap New Normal, pelajaran di kelas tetap dilakukan secara online / daring selama 1 semester. Maka dari itu, masalah ini menjadi menarik untuk dibahas. Emang kenapa? Belajar dengan menggunakan HP membutuhkan biaya internet yang tidak sedikit, apalagi sekarang musim naiknya harga kouta internet. Apalagi dari Sektor ekonomi masih belum pulih sepenuhnya, ada orang tua hanya dapat gaji setengah dari biasanya, juga ada yang diPHK dari kerjanya dan ada lagi yang warung orangtuanya masih sepi. Terus bagaimana, apakah ada solusinya?  Solusi sudah dilontarkan oleh masyarakat sendiri dan bisa jadi contoh untuk desa atau kota lainnya. Solusi yang dilontarkan antara lain seperti ini ; 1. Masyarakat dari Rt 13 di kota A. Telah memberi musholla atau masjid di kampungnya kapasitas wifi untuk digunakan sebagai media sarana belajar daring / online untuk putra-putrinya. Dengan solusi seperti ini bukan hanya...

Menentukan Target Membaca, Untuk meningkatkan kecintaan terhadap ilmu

Seperti orang pada umumnya,saya ketika membaca buku secara tidak sadar pasti menentukan target bacaan. Seperti halnya buku setebal 270halaman karya Renald Kasali,harus saya selesaikan dalam waktu satu minggu. Entah itu paham atau nggak??  Sadarkah kita bahwasannya teknik seperti itu baik dengan menentukan target bacaan, supaya kita konsisten dalam membaca. Mungkin teknik seperti itu terlihat bagus, tapi setelah saya bertanya pada saudara saya seperti ini " Mas, aku menarget buku ini (rahasia) selesai dalam waktu satu minggu, gimana menurut samean? ". Dan saudaraku menjawab " Jangan ditarget dahulu, usahakan paham dulu". Jadi bagaimana menurut anda,mungkin kah saya mengganti target saya menjadi membaca sampai paham.  Tentu tidak, saya hanya mengambil poin dari percakapan singkat saya dengan saudara saya, yaitu " Saya tetap menarget 1 minggu selesai dan harus Paham. Jadi saya mengubah yang awalnya saya hanya membaca sekitar 1 jam 30 menit saya rubah menjadi minim...

Etika mengikuti kajian di youtube di jamban dalam sudut pandang hadis

Assalammualaikum warahmatullah Hi wabarokatuh..  Ini tulisan pertama saya dalam blog yang saya buat, mungkin jika ada kesalahan bisa membantu dan memberi saran..  Membahas tentang hukum mengaji online di jamban/kamar mandi. Sebagai generasi milenial kita harus tau hukum mengaji yang benar meskipun di youtube.  Dalam sebuah cerita yang sempat saya tangkap waktu mondok dulu, diceritakan oleh para guru-guru saya bahwasannya jamban adalah tempat berkumpulnya para syaitan.  Dalam pandangan hadis Nabi SAW beliau bersabda ;  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ Yang artinya : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Ar'arah telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik rad...