Wifi dan Kouta Sebagai Kebutuhan di Era Pandemi

Para pelajar butuh kouta internet / wifi di Era pandemi seperti ini. Meskipun sekarang sudah tahap New Normal, pelajaran di kelas tetap dilakukan secara online / daring selama 1 semester. Maka dari itu, masalah ini menjadi menarik untuk dibahas. Emang kenapa?

Belajar dengan menggunakan HP membutuhkan biaya internet yang tidak sedikit, apalagi sekarang musim naiknya harga kouta internet. Apalagi dari Sektor ekonomi masih belum pulih sepenuhnya, ada orang tua hanya dapat gaji setengah dari biasanya, juga ada yang diPHK dari kerjanya dan ada lagi yang warung orangtuanya masih sepi. Terus bagaimana, apakah ada solusinya? 

Solusi sudah dilontarkan oleh masyarakat sendiri dan bisa jadi contoh untuk desa atau kota lainnya. Solusi yang dilontarkan antara lain seperti ini ;
1. Masyarakat dari Rt 13 di kota A. Telah memberi musholla atau masjid di kampungnya kapasitas wifi untuk digunakan sebagai media sarana belajar daring / online untuk putra-putrinya. Dengan solusi seperti ini bukan hanya mempermudah pembelajaran, namun juga menimbulkan rasa cinta terhadap masjid atau musholla. 
2. MRadio98.8 Surabaya telah menyediakan tempat wifi gratis untuk para pelajar, terwujudnya penyediaan tempat ini juga bisa memajukan ekonomi masyarakat yaitu dengan membuka toko disekitar tempat yang telah disediakan. 
3. Membuka rental HP ( ini hanya saran dari saya sendiri, mungkin bisa dicoba).

Kita sebagai warga negara yang mandiri, cerdas dan berbudi luhur jangan hanya mengharap bantuan dari pemerintah pusat. Kita harus mampu menggerakkan bakti sosial yang dinaungi oleh setiap RT dan RW seperti karang taruna, gerakan seperti apa yang harus dilakukan? Coba lihat poin diatas nomer satu. Dananya bagaimana? Urunan. Kenapa tidak meminta dana kepada RT, RW ataupun Kecamatan? Karena beliau-beliau masih sibuk untuk menekan pertumbuhan virus covid-19 di tempat kita. 

"Cobalah menjadi mandiri, janganlah mengharap bantuan dari seseorang, namun bantulah seseorang" Mungkin kata-kata ini cocok untuk dijadikan qoutes. Mengapa demikian? Karena kebanyakan orang termasuk saya sendiri, masih mengaharapkan bantuan dari orang lain bukan dari Tuhan. Maka dari sekarang, cobalah merubah pandangan kita meskipun sulit.

 Mari sama-sama berdoa untuk kesahatan keluarga agar terhindar dari virus covid-19 dan semoga virus ini cepat berakhir. Al-fatihah.... 

Semoga bermanfaat.. 
31 Juli 2020
Ilham jauhari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan, Cuman Sepenggal

Menentukan Target Membaca, Untuk meningkatkan kecintaan terhadap ilmu

Setengah Tahun ini dan Takdir Unik